Ranting NU Sugihwaras Babadan Galakkan Tradisi Tahlil Kubro Untuk Sarana Kerukunan Antar Warga

NGANJUK, MEMO – Tradisi nyekar atau ziarah kubur adalah bagian yang tak bisa terpisahkan bagi masyarakat muslim saat menjelang bulan suci Ramadhan.

Tradisi ini sudah lazim dilakukan secara turun temurun. Itu artinya, kebiasaan nyekar atau istilah lain unggahan sudah tertanam sejak peradaban warga muslim khususnya warga Nahdiyin tempo dulu Dan saat ini diteruskan oleh generasi milenial sebagai pelestari tradisi muslim agar jangan sampai punah.

Read More

Hal itu seperti dilakukan oleh warga Desa Babadan Kecamatan Patianrowo, Nganjuk, Jawa Timur. Tepatnya di Tempat Pemakaman Umum ( TPU ) Kalongan Termas, pada sore hari ini ( Minggu,7/04/2024)sekitar pukul 16.00 WIB puluhan peziarah memenuhi area makam.

Dalam suasana khusuk para peziarah melakukan tahlil dan do”a bersama di makam leluhur dengan dipandu langsung oleh tokoh agama dari pengurus ranting NU setempat.

” Masyarakat yang berziarah kubur kita ajak tahlil dan do”a bersama. Kegiatan ini kita lakukan baru dua kali ini di bulan puasa. Yaitu menjelang puasa dan di penghujung puasa atau jelang lebaran. Alhamdulillah antusias warga sangat tinggi,” terang Muhammad Maskur selaku ketua ranting NU dusun Sugihwaras Desa Babadan.

Harapannya masih kata Maskur dengan kegiatan ini bisa membangun kerukunan antar warga. Dan yang terpenting lagi membangkitkan rasa memiliki tradisi muslim khususnya warga Nahdiyin.

” Do”a bersama ini selain bertujuan mempererat tali silahturahmi antar warga juga dalam rangka uri uri tradisi Nahdiyin ditengah era melinial seperti sekarang ini,” tambah Maskur.

Hal senada disampaikan Kepala Desa Babadan, Imam Robani bahwa tradisi nyekar dan do”a bersama ini mengajak warga untuk jangan melupakan para leluhurnya. Maka ajakan kami agar para peziarah untuk mendoakan para leluhur yang telah meninggal agar mereka diampuni dosa dosanya, dirahmati serta selalu diberkahi Allah SWT.

” Tradisi tahlil kubro seperti ini bisa jadi icon desa dan wajib di uri uri jangan sampai generasi pewaris tradisi melupakan begitu saja,” tuturnya. ( adi )

@Mulyadi
Author: @Mulyadi

Wartawan MEMO Nganjuk, Seniman Lukis

Akses Gratis tiap pekan, Majalah Memo digital, e-Book Memo dan e-Course Memo Talenta , via Group WA Klikdisini, atau TELEGRAM Klikdisini

Related posts